CCTV Jogja Pro

CCTV untuk Toko Kelontong: Titik Kamera, Jumlah, dan Paket yang Pas

Toko kelontong sering dijaga sambil mengurus rumah, sehingga ada saat-saat toko ditinggal sebentar ke dalam. CCTV toko kelontong membantu Anda tetap memantau etalase dan pembeli dari HP, tanpa harus selalu berdiri di depan.

Ciri khas toko kelontong
Berbeda dengan minimarket, toko kelontong biasanya menyatu dengan rumah, punya etalase atau meja jual di depan, dan barang dijangkau oleh penjual, bukan diambil sendiri oleh pembeli. Karena itu, kebutuhan kameranya lebih sederhana, tetapi ada titik khas yang perlu diperhatikan: pintu penghubung ke rumah dan teras tempat pembeli berdiri.
Titik CCTV toko kelontong yang disarankan

Area etalase dan meja jual. Kamera dari belakang atau samping penjual, mengarah ke pembeli dan meja, merekam transaksi serta wajah pembeli.
Rak barang bernilai. Rokok, pulsa, dan barang kecil yang mahal sebaiknya ada dalam jangkauan kamera.
Teras depan. Kamera outdoor di atas pintu merekam orang yang datang, motor yang parkir, dan aktivitas saat toko tutup.
Pintu penghubung ke rumah. Jika toko menyatu dengan rumah, kamera yang mengarah ke pintu ini membantu memastikan tidak ada orang asing masuk ke area keluarga.

Hindari mengarahkan kamera ke kamar atau area pribadi anggota keluarga. Cukup pantau area toko dan akses masuknya.
Posisi kamera yang sering keliru
Kamera etalase yang dipasang menghadap jalan sering terkena cahaya terang dari luar, sehingga wajah pembeli tampak gelap. Lebih baik kamera dipasang di sisi luar atau menyamping agar pembeli terekam dari arah yang lebih terang. Kamera teras juga sebaiknya tidak terlalu tinggi supaya wajah tidak hanya terlihat dari atas kepala.
Berapa kamera yang cukup?

Kondisi tokoJumlah
Toko kecil, satu etalase1–2 kamera
Toko dengan teras dan rak dalam3 kamera
Toko agak besar dengan gudang stok4 kamera

Paket yang pas
Untuk toko kelontong, CCTV WiFi (EZVIZ atau Imou) sering menjadi pilihan karena biaya awal lebih ringan dan pemasangannya ringkas. Rekaman disimpan di MicroSD tiap kamera dan dipantau lewat aplikasi EZVIZ atau Imou Life. Kisaran harga per Oktober 2026 (bisa berubah):

1 kamera WiFi: sekitar Rp634 ribu–Rp1,37 juta.
2 kamera WiFi: sekitar Rp1,37–2,84 juta.
3 kamera WiFi: sekitar Rp2,10–4,32 juta.

Jika Anda sudah punya MicroSD, paket 1–2 kamera WiFi bisa diambil tanpa MicroSD dan hemat Rp125 ribu per kamera. Penjelasannya ada di Paket CCTV Tanpa MicroSD. Semua harga sudah termasuk pemasangan dan setting aplikasi di HP.
Tips memakai CCTV di toko kelontong

Atur notifikasi gerak secukupnya. Toko ramai bisa membuat HP terus berbunyi. Aktifkan notifikasi terutama saat toko tutup.
Cek rekaman kasir di akhir hari jika ada selisih uang, bukan menunggu berminggu-minggu.
Pasang tanda "area diawasi CCTV" di depan toko.
Bagikan akses ke anggota keluarga yang ikut menjaga toko, supaya tidak hanya satu orang yang bisa memantau.

Untuk gambaran titik yang lebih luas pada toko dan warung, baca juga CCTV untuk Toko dan Warung. Jika toko Anda sudah lebih besar dengan lorong rak, rencana titiknya ada di Rencana Titik CCTV untuk Toko Satu Lantai.
Mulai amankan toko kelontong Anda
Lihat paket 2 kamera sebagai titik awal, atau hubungi admin untuk survei gratis di seluruh DIY.